Sinopsis
Review
Apakah kamu juga seorang yang sering terjebak
dalam lingkaran overthinking yang tidak berujung? Buku yang berjudul "You
Are Overthinking" karya Ratna Widia barang kali bisa membantu kamu
mengatasi kebiasaan yang menghambat produktifitasmu.
Buku yang memberikan panduan praktis untuk
mengidentifikasi, memahami dan mengatasi overthinking. Melalui beberapa kisah
yang mengajak kita untuk menemukan hal-hal yang tidak terduga. Seperti kisah
kehidupan Jo, yang perlahan mulai bangkit setelah bangkit dari masa
terpuruknya.
Penulis
menjelaskan pengertian dan tanda-tanda overthinking. Overthinking merupakan tindakan dimana kita lebih
sering memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Tindakan ini biasanya menimbulkan
rasa cemas dan khawatir akan hal-hal sepele. Overthinking ini
banyak dialami oleh orang yang mengalami krisis percaya diri. Salah satu
cara mengurangi overthinking dengan melakukan hal produktif
untuk mengalihkan fokus pikiran.
Buku
ini memperkenalkan berbagai strategi untuk mengatasi overthinking, termasuk
teknik mindfulness, meditasi, dan perubahan pola pikir. Misalnya, penulis
menyarankan latihan pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran dan fokus pada
saat ini.
Teknik
mindfulness, misalnya, melibatkan memperhatikan pikiran dan perasaan tanpa
menghakimi atau mencoba mengubahnya. Ini membantu kita untuk menerima pikiran
kita apa adanya, tanpa merasa terbebani atau cemas. Meditasi juga merupakan
alat yang kuat untuk menenangkan pikiran dan mengurangi overthinking. Penulis
memberikan panduan langkah demi langkah untuk mulai bermeditasi, termasuk cara
menemukan waktu dan tempat yang tepat untuk berlatih.
Bagian dari yang paling saya suka dari buku
ini adalah perumpamaan kehidupan yang digambarkan oleh kisah kehidupan semut.
Ini menjadi bagian yang saya suka karena kadang kita luput dari hal-hal kecil
yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Penulis juga menyisipkan permainan yang
menarik seperti mengisi kolom TSS yang sudah lama tidak saya lakukan. Selain
itu hal menarik lainnya adalah buku ini disisipkan beberapa sejarah. Dari
buku ini juga saya mengerti bahwa semua hal akan baik-baik saja.
Sayangnya, dipertengahan buku saya mengalami
kebingungan dengan apa yang sebenarnya konsep yang ingin disampaikan, karena kisah
dalam bagian pertama bercampur aduk membuat saya kebingungan.
Akhirnya bagian pertengahan saya menjadi
kembali tertarik dan menumbuhkan rasa ingin tahu saya tentang halaman
berikutnya. Pada bagian ini penulis menyampaikan cerita masa lalunya untuk
tidak menyerah dalam memperjuangkan mimpi kita.
Saya
mulai menerapkan strategi mengatasi overthinking, teknik mindfulness yang
dijelaskan dalam buku ini, seperti meluangkan waktu setiap hari untuk
bermeditasi dan fokus pada pernapasan. Ini membantu saya mengurangi kecemasan
dan lebih fokus pada tugas-tugas yang ada.
Mengalihkan
pikiran saya pada hal-hal yang lebih berproduktif juga menjadi metode yang
cukup ampuh untuk saya mengurangi jebakan overthinking. Dengan kedua strategi
sederhana ini saya mengalami perubahan signifikan dalam menghadapi situasi stress.
Saya jadi lebih bisa menenangkan pikiran saya dan lebih percaya diri dalam
mengambil keputusan.
Saya
sangat merekomendasikan "You Are Overthinking!" kepada siapa saja
yang merasa terjebak dalam kebiasaan overthinking. Buku ini memberikan strategi
yang cukup sederhana sehingga mudah diterapkan langsung dalam kehidupan
sehari-hari. Penulis memberikan panduan yang mudah diikuti untuk membantu kita
hidup dengan lebih tenang dan produktif.
Jika
kamu mencari cara untuk mengendalikan pikiran kamu dan hidup dengan lebih
tenang, "You Are Overthinking!" adalah membaca buku ini adalah
pilihan yang tepat. Apakah kamu pernah
membaca "You Are Overthinking!"? Bagikan pengalaman kamu dan teknik
apa yang berhasil kamu terapkan. Tuliskan di kolom komentar di bawah! Atau apakah ada teknik atau strategi lain yang
Anda temukan bermanfaat dalam mengatasi overthinking? Mari berbagi inspirasi
dan saling mendukung dalam menemukan
ketenagan mental yang lebih baik
"Jika Tuhan sudah menciptakan formula untuk menjalankan ujian didunia, lalu apalagi yang perlu manusia khawatirkan." (Ratna Widia) Hal.173
Nama Penulis : Ratna Widia
Nama Penerbit : Psikologi Corner
Tahun Terbit : 2021
Jumlah Halaman : 210
kemaren beli belum sempat baca, liat ulasannya jd pengen nyiapin waktu buat bener2 baca
BalasHapusSemangat ya kak :)
Hapus