"Mengapa Kita Overthinking? Review Buku 'You Are Overthinking!

You Are Overthinking!

Sinopsis

K. Jodi Arias adalah tokoh representasi memori masa lalu yang akan 
memberi tahu pembaca tentang arti sebuah kantong teh. Kalian tidak 
akan pernah tahu betapa kuatnya kantong teh itu sampai kalian 
celupkan dia ke kedalam air yang panas. Penulis ingin menyampaikan
 pesan tentang segala hal yang berhubungan dengan overthingking dari 
sudut padang yang berbeda. Pembaca akan diajak menikmati
 sebuah karya melalui perumpamaan-perumpamaan yang membuat 
Anda lebur ke dalamnya hingga tercabik-cabiknya emosinya.

Dibuat dengan penuh diksi, isi, dan solusi. Pembaca akan melihat
 fenomena-fenomena overthingking dari segala sisi sehingga dapat 
dijadikan sebagai alat untuk antisipasi. Fenomena harian yang bisa 
pembaca dapatkan seperti , Berapa jumlah likes-ku ya?
Siapa ya yang sudah komen? Upload foto apalagi ya biar feed jadi
 bagus? Kok chat-ku nggak di-read? Kok chat-ku cuma di-read aja?
Kok dia nggak ngabarin sih? Dan masih banyak jenis fenomena overthingking lain yang pasti membuat kalian manggut-mangut dan bicara dalam hati, 
"oh yeaa. . . ini gue banget nih!" 

Review

 

Apakah kamu juga seorang yang sering terjebak dalam lingkaran overthinking yang tidak berujung? Buku yang berjudul "You Are Overthinking" karya Ratna Widia barang kali bisa membantu kamu mengatasi kebiasaan yang menghambat produktifitasmu.

 

Buku yang memberikan panduan praktis untuk mengidentifikasi, memahami dan mengatasi overthinking. Melalui beberapa kisah yang mengajak kita untuk menemukan hal-hal yang tidak terduga. Seperti kisah kehidupan Jo, yang perlahan mulai bangkit setelah bangkit dari masa terpuruknya.

 

Penulis menjelaskan pengertian dan tanda-tanda overthinking. Overthinking merupakan tindakan dimana kita lebih sering memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Tindakan ini biasanya menimbulkan rasa cemas dan khawatir akan hal-hal sepele. Overthinking ini banyak dialami oleh orang yang mengalami krisis percaya diri. Salah satu cara mengurangi overthinking dengan melakukan hal produktif untuk mengalihkan fokus pikiran.

 

Buku ini memperkenalkan berbagai strategi untuk mengatasi overthinking, termasuk teknik mindfulness, meditasi, dan perubahan pola pikir. Misalnya, penulis menyarankan latihan pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran dan fokus pada saat ini.

 

Teknik mindfulness, misalnya, melibatkan memperhatikan pikiran dan perasaan tanpa menghakimi atau mencoba mengubahnya. Ini membantu kita untuk menerima pikiran kita apa adanya, tanpa merasa terbebani atau cemas. Meditasi juga merupakan alat yang kuat untuk menenangkan pikiran dan mengurangi overthinking. Penulis memberikan panduan langkah demi langkah untuk mulai bermeditasi, termasuk cara menemukan waktu dan tempat yang tepat untuk berlatih.

 

Bagian dari yang paling saya suka dari buku ini adalah perumpamaan kehidupan yang digambarkan oleh kisah kehidupan semut. Ini menjadi bagian yang saya suka karena kadang kita luput dari hal-hal kecil yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Penulis juga menyisipkan permainan yang menarik seperti mengisi kolom TSS yang sudah lama tidak saya lakukan. Selain itu hal menarik lainnya adalah buku ini disisipkan beberapa sejarah. Dari buku ini juga saya mengerti bahwa semua hal akan baik-baik saja. 

 

Sayangnya, dipertengahan buku saya mengalami kebingungan dengan apa yang sebenarnya konsep yang ingin disampaikan, karena kisah dalam bagian pertama bercampur aduk membuat saya kebingungan.

 

Akhirnya bagian pertengahan saya menjadi kembali tertarik dan menumbuhkan rasa ingin tahu saya tentang halaman berikutnya. Pada bagian ini penulis menyampaikan cerita masa lalunya untuk tidak menyerah dalam memperjuangkan mimpi kita. 

 

Saya mulai menerapkan strategi mengatasi overthinking, teknik mindfulness yang dijelaskan dalam buku ini, seperti meluangkan waktu setiap hari untuk bermeditasi dan fokus pada pernapasan. Ini membantu saya mengurangi kecemasan dan lebih fokus pada tugas-tugas yang ada.

 

Mengalihkan pikiran saya pada hal-hal yang lebih berproduktif juga menjadi metode yang cukup ampuh untuk saya mengurangi jebakan overthinking. Dengan kedua strategi sederhana ini saya mengalami perubahan signifikan dalam menghadapi situasi stress. Saya jadi lebih bisa menenangkan pikiran saya dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

 

Saya sangat merekomendasikan "You Are Overthinking!" kepada siapa saja yang merasa terjebak dalam kebiasaan overthinking. Buku ini memberikan strategi yang cukup sederhana sehingga mudah diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penulis memberikan panduan yang mudah diikuti untuk membantu kita hidup dengan lebih tenang dan produktif.

 

Jika kamu mencari cara untuk mengendalikan pikiran kamu dan hidup dengan lebih tenang, "You Are Overthinking!" adalah membaca buku ini adalah pilihan yang tepat.  Apakah kamu pernah membaca "You Are Overthinking!"? Bagikan pengalaman kamu dan teknik apa yang berhasil kamu terapkan. Tuliskan di kolom komentar di bawah!  Atau apakah ada teknik atau strategi lain yang Anda temukan bermanfaat dalam mengatasi overthinking? Mari berbagi inspirasi dan  saling mendukung dalam menemukan ketenagan mental yang lebih baik 

"Jika Tuhan sudah menciptakan formula untuk menjalankan ujian didunia, lalu apalagi yang perlu manusia khawatirkan." (Ratna Widia) Hal.173


Nama Penulis : Ratna Widia 

Nama Penerbit : Psikologi Corner  

Tahun Terbit : 2021

Jumlah Halaman : 210 

2 komentar

  1. kemaren beli belum sempat baca, liat ulasannya jd pengen nyiapin waktu buat bener2 baca

    BalasHapus