Menaklukkan Ketakutan dalam Insecurity is My Middle Name

Insecurity is My Middle Name


Nama Penulis : Alvin Syahrin

Nama Penerbit : Alvi Ardhi Publishing 

Tahun Terbit : 2021

Jumlah Halaman : 264

Review 

 ''You don't have to be beautiful. You can be educated, and that's still beautiful in some ways."

Buku self-healing pertama Alvi Syahrin...

 

Insecure adalah satu kata yang sering di persepsikan sebagai rasa rendah diri akan sesuatu, akhir-akhir ini kata "insecure" menjadi hal yang paling sering dibicarakan baik sosial media ataupun kehidupan sehari-hari. Melalui buku ini, penulis seperti mengajak pembacanya untuk bercerita banyak hal  tentang insecurity dan cara menghadapinya

 

Tema utama dalam buku ini adalah bagaimana cara menerima diri dalam perasaan insecure. Penulis dalam buku ini mengajak pembacanya untuk memahami bahwa perasaan insecure adalah perasaan yang normal, namun tidak bisa dibiarkan terus menerus. Pentingnya mengetahui penyebab dari perasaan insecure dengan begitu kamu akan lebih bijak menghadapinya.

 

Pada bab pertama penulis mengajak kamu mengenal dan mencintai diri kamu sendiri. Hal pertama yang sepertinya menjadi hal wajib dilakukan untuk semua orang. Mencintai diri sendiri berarti dapat menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. 

 

Bagian berikutnya kamu akan diajak mengenal ketakutan yang sering kamu alami dalam menghadapi hidup, seperti kegagalan, rasa khawatir akan masa depan, dan beragam ketakutan yang membuat kamu menjadi insecure. Buku ini tidak hanya berisi kalimat motivasi, tapi penulis juga memberikan solusi disetiap masalah yang dihadirkan dalam buku ini. 

 

Buku ini menjadi buku kedua self-healing yang sangat saya rekomendasikan dibaca oleh siapa pun yang sedang mengalami perasaan insecure. Buku ini akan menjadi pandorong untuk mengatasi rasa insecuremu.

 

Bahasanya yang ringan membuat buku ini mudah dicerna. Gaya bahasanya juga tidak seperti sedang menasehati namun lebih kepada ajakkan seorang teman mengahadapi perasaan insecure. Informasi yang disampaikan juga sangat detail. Buku ini cocok untuk kamu yang butuh refleksi diri menghadapi ketakutan masa depan.

 

Saya juga membaca buku ini saat sedang berada dalam perasaan insecure itu. Momen dimana saya selalu rendah diri melihat pencapaian teman-teman di sosial media sebagai pukulan untuk saya yang belum menjadi apa-apa. Setelah membaca buku ini saya bisa menghadapi perasaan itu, bagaimana cara bijak mengelolah perasaan itu, hingga akhirnya saya dapat berdamai dengan situasi tersebut. Terus belajar melakukan perbaikan diri.


Apakah kamu punya pengalaman yang sama dalam menghadapi perasaan insecure? Atau bagaimana pendapatmu tentang buku ini? Apakah buku ini akan kamu rekomendasikan juga? Tulis tanggapan kamu dikolom komentar agar kita bisa berbagi inspirasi.

 

Rasanya tidak sabar untuk menunggu judul-judul buku berikutnya.   


4 komentar